Kategori: Uncategorized

pahlawan

Kekuatan super itu bernama “kepedulian”

September 11, 2016

Belakangan ini aku sedang candu pada film-film super heroes nya DC Comic. Ironisnya, justru canduku bermula dari menonton film Suicide Squad, film dari komik yang sama, yang malah menceritakan segerombolan penjahat super melakukan aksi-yang dianggap-baik. Oh, cerita pahlawan super selalu bisa membuatku ketagihan separuh napas. Di dunia yang telah busuk sampai ke akar-akarnya, seperti dunia ini, orang-orang merindukan pahlawan. Celakanya, […]

Read More
ujung-meja

Seperti Semut yang Bertualang di Atas Meja

Jika semesta adalah sebuah meja maha luas, maka kita adalah seekor semut rumah kecil yang bertualang di atasnya. Menyusuri permukaan yang tidak melulu rata. Menukar waktu dengan jarak tempuh. Detik menjadi inchi. Ke seluruh penjuru yang mampu tertangkap mata, maksudku, antena. Tentu saja, kita adalah semut pekerja yang diembankan misi. Sebuah tujuan. Mencari dan mengumpulkan perbekalan. […]

Read More
Capture

Selamat tinggal masa lalu, selamat datang masa depan!

Agustus 25, 2016

Dunia berputar, matahari dan bulan saling bertukar tempat, dan musim berganti. Semua berubah. Mesti berubah. Satu-satunya yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri. Dan tiap-tiap yang berubah, tidak akan pernah pasti. Parahnya, seringkali perubahan berarti meninggalkan. Dan meninggalkan, berarti pengorbanan. Tidak semua siap dengan perubahan. Apalagi perubahan yang membutuhkan pengorbanan. Meninggalkan segala jerih payah, kenyamanan, […]

Read More
p60617-204515.jpg

Kereta kita butuh persiapan.

Juni 17, 2016

Aku seorang ekstrovert, menurutku. Aku senang bicara. Apasaja. Duapuluh empat jam berstandar deviasi seringkali habis akibat bincang bincang kita yang kebanyakan tidak penting. Satu atau beberapa kali aku bahkan merasa membuatmu kesal tentang itu. Atau mungkin saja tidak, maafkan interpretasiku. Oh ya. Kali ini aku lebih banyak berbicara sendiri. Yang pertama karena bibirku sakit sekali […]

Read More
144428_620

Hujanmu, Sapardi.

Juni 15, 2016

Terpuji, engkau sapardi Dalam sajakmu yang bersaksi Tentang hujan bulan juni Membawa pedih hati. Terpuji, engkau sapardi Di tahun ini di bulan juni Hujan benar benar mengguyuri Punggung dan dahiku berkali kali. Terpuji, engkau sapardi Hujan juni ini bertubi tubi Menyayat luka diri Membuat perih tak terperi. Terpuji engkau sapardi Gumamku tanpa ekspresi Jerit ngiluku […]

Read More
mainan

Kalau bahagia itu sederhana, maka “sederhana” tak sesederhana itu lagi.

Juni 11, 2016

Banyak orang mengatakan bahwa bahagia itu sederhana. Sesederhana kayu kepada api yang menjadikannya abu. Bukan, itu puisinya pak sapardi. Atau sesederhana minum kopi di pagi hari, pekerjaan lancar, bertemu anak anak sepulang kerja, mendapat nilai bagus, berpapasan dengan seseorang yang membuat dada berdebar, dan hal-hal sederhana lainnya. Kita tidak sedang membicarakan relativitas kebahagiaan. Sure, saya […]

Read More
masjid

Hey Kamu, Mendekatlah dan Jangan Jauh Jauh

Apakah kamu tidak rindu? Apakah kamu tahu apa itu rindu? Benarkah kamu belum pernah rindu? Bukan. Rindu bukan hanya perasaan senang dan ragu yang bercampur baur. Bukan hanya perasaan nyaman tak terdefinisi seperti gatal di telapak kaki. Rindu bukan hanya sinkronisasi mata terpejam dengan bibir tersungging senyum serta napas memburu. Atau guling-guling di tempat tidur […]

Read More
saya

Menulis dan Jatuh Cinta

Kata sebagian orang yang pernah saya temui di sebagian waktu hidup saya, banyak orang rajin menulis dan melimpah inspirasinya ketika sedang jatuh cinta. Padahal menurut saya, kata “cinta” saja masih belum bisa didefinisikan dengan pasti. Apalagi ditambahkan kata “jatuh”. Paling tidak, itu menurut saya. Maka, seorang teman pernah bertanya ketika saya sedang rajin-rajinnya menulis. “Kamu sedang banyak […]

Read More
lost in alun alun

Tidak Apa-Apa Jika Kau Ingin Kembali

Juni 10, 2016

Kamu dan aku sadar, bahwa kenyataan tak lebih dari runutan jalan-jalan yang kita pilih. Ya, apalagi? Bukankah kita hanya seonggok pilihan? Kemarin, hari ini, esok, lusa. Kita berada dan akan berada di suatu tempat yang kita tentukan sendiri. Bisa saja tidak tepat seperti apa yang kita rencanakan, tetapi tak lain sebagai muara dimana jalan-jalan yang […]

Read More
perlukah

Perlukah

Desember 23, 2015

Perlukah, di satu atau beberapa waktu, menopeng. Meski mengenyam nafas diantara topeng-topeng-topeng. Perlukah, di satu atau beberapa kesempatan, menjelma topeng. Demi seukir senyum di bibir-bibir kaku topeng-topeng-topeng Perlukah, di satu atau beberapa celah, terhimpit topeng. Mengutuk keras dalam bahasa senyap dibalik topeng pada topeng-topeng-topeng. Perlukah, disemua tempat, kau bersikeras tak melepas topengmu agar ekor mata […]

Read More

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: