Kategori: Uncategorized

0a9ce8e263d822e6fc10a466b3c0c5f1--final-fantasy-ix-fantasy-series

Untuk Perempuan Yang Kunamai Kebetulan

November 21, 2017

Untuk Perempuan Yang Kunamai Kebetulan Apa kamu pernah memainkan sebuah video game berjudul Final Fantasy? Seri berapapun tidak masalah. Pernahkah? Ah, aku bahkan tidak bisa menebak kamu menyukai video game atau malah membenci. Atau biasa biasa saja. Tetapi jika nanti kamu punya waktu luang, coba periksa. Paling tidak kamu bisa membuka youtube dan mencari soundtrack  game Final fantasy, yang mana saja. Pilih satu […]

Read More
14-14

Petrichor

Januari 16, 2017

Petrichor. .. Ada gerimis kecil-kecil perlahan menghantam genting. Ada sayap kupu-kupu kuning basah menyelingi sesemak. Ada hijau rumput-rumput gajah patah terlindas langkah. Ada legam anak-anak menjerit lari kearah  mamak. Ada pejam kelopak-kelopak mata dibelakang jeruji jendela. Terkatup bibir-bibir menyungging senyum, Tetapi pipi meleleh basah.   Ada.   Ada kopi dingin-dingin kemanisan kelebihan susu kental. Ada […]

Read More
IMG_8058

Dingin

Januari 7, 2017

Aku merengkuh dingin sendu dengan napas satu satu Menghitung denyut waktu yang ajaibnya terdengar seperti senandung namamu yang aku saja belum tahu. . Sejumput api menari, mengejawantah rindu yang kehilangan tujuan. . Teriakan bisu, ngilu, semakin bisu tenggelam dalam lilin hijau yang membuat terang semu. . Di senyum simpul purnama, aku menusuki Dada. Dan sekarang […]

Read More
IMG_9820

Suatu Ketika : Sepatu Orang Lain

Oktober 11, 2016

Suatu siang sepulang kuliah dulu, saya dan beberapa teman, seperti biasa mengisi perut di kantin fakultas perikanan. Dan seperti biasa, kami tidak hanya makan. Kami mengobrol. Biasanya banyak topik. Kali ini topiknya adalah beberapa hal tentang si B. Si B itu gimana sih. ~Kata seseorang memulai pembicaraan. Iya. Dia kok kayak gak niat kuliah begitu. […]

Read More
wp-image-882369131jpg.jpg

Suatu Ketika : Sekumpulan Memori

Oktober 10, 2016

Saya memutuskan untuk mengeluarkan telepon genggam, dan membuka aplikasi kamera. Suatu malam, di ramainya pusat perbelanjaan. Modus kamera saya ganti ke kamera depan, dan mengajak lima kawan yang lain untuk berfoto.  Dua dari mereka menolak. Didorong rasa malu. Ramai orang, alasannya. Orang-orang melihat, alasan lainnya. Saya menolak juga. Tetapi yang saya tolak adalah alasan mereka. […]

Read More
ca334ab5850b8bcd2c21d97a2876f600

Suatu Ketika : Tentang Melepaskan

sumber gambar : Link Suatu sore di masa lalu, saya meringkuk di sofa ruang tamu. Saya memegangi telunjuk kanan yang berdarah setelah bermain perang-perangan dengan adik. Di ruas kedua jari telunjuk saya tertancap serpihan kayu, agak tebal dan cukup panjang. Meski Ibu saya sudah membersihkan luka dan darahnya, luka itu masih pedih dan perih, serpihan […]

Read More
Menerima Kenyataan

Suatu Ketika : Menerima Kenyataan

Oktober 8, 2016

Sumber Gambar : Link Suatu malam, saya merebahkan lelah di tempat tidur. Sepulang dari laboratorium melepas tanggung jawab harian penelitian untuk skripsi, tentang cendawan. Berjalan sendiri selalu membuat saya memikirkan banyak hal, melamunkan a sampai z, meski sebiasa berjalan sepulang dari laboratorium. Dan biasanya pikiran pikiran itu saya bawa ke kamar, bersama tubuh yang merebah. […]

Read More
si tua di kejaksaan

Cerpen: Riuh di pagar kejaksaan

September 20, 2016

(Sumber ilustrasi : si tua di kejaksaan) Putih dan hitam langit sudah terpisah jelas bersama merah di ufuk. Wirid pasca subuh baru saja reda. Deru angkutan dan lalu lalang manusia seperti biasa riuh rendah di hari kerja. Aroma kemacetan belum terlalu terasa. Lampu-lampu kejaksaan negeri masih tertutup, seperti pintu dan pagarnya. Di mana si tua […]

Read More
51080e5a92114_51080e5a92cf1

Cerpen: Kisah perasaan yang pecah menjadi tiga

September 16, 2016

Sumber Gambar : (pecah) Aku mencintaimu. Mungkin seperti ibumu mencintaiku dahulu. Dan sepertinya, caramu memperlakukanku menyingkap perasaan begitu cintanya kau padaku. Wah, seperti novel roman yang rumit saja, karena tuhan manapun tak akan setuju bila kita menyatu. Tenang saja. Aku tak akan menjadikan manusia sebagai tolak ukur, sebab kadang akal manusia bisa terpeleset, dan sebagaimana […]

Read More
halte hujan

Cerpen : Andai aku mampu memutar mataku ke belakang.

September 14, 2016

Laki-laki berjas hujan ponco murahan itu seperti tidak kehabisan suara berteriak memanggil-manggil orang lewat. Meski mata terpercik hujan. Siapa saja, sembari tangannya membentuk pose mempersilakan ke arah pintu angkutan hijau- yang maju mundur memberi harapan- di depan halte tempatku duduk. Si lelaki berponco hijau dengan mata basah seperti beradu teriak dengan hujan yang turun tanpa ampun. […]

Read More

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: