Kategori: Jurnal Hati

Sajak, prosa, puisi tentang hati, perasaan, pikiran seorang manusia.

14-14

Petrichor

Januari 16, 2017

Petrichor. .. Ada gerimis kecil-kecil perlahan menghantam genting. Ada sayap kupu-kupu kuning basah menyelingi sesemak. Ada hijau rumput-rumput gajah patah terlindas langkah. Ada legam anak-anak menjerit lari kearah ┬ámamak. Ada pejam kelopak-kelopak mata dibelakang jeruji jendela. Terkatup bibir-bibir menyungging senyum, Tetapi pipi meleleh basah.   Ada.   Ada kopi dingin-dingin kemanisan kelebihan susu kental. Ada […]

Read More
IMG_8058

Dingin

Januari 7, 2017

Aku merengkuh dingin sendu dengan napas satu satu Menghitung denyut waktu yang ajaibnya terdengar seperti senandung namamu yang aku saja belum tahu. . Sejumput api menari, mengejawantah rindu yang kehilangan tujuan. . Teriakan bisu, ngilu, semakin bisu tenggelam dalam lilin hijau yang membuat terang semu. . Di senyum simpul purnama, aku menusuki Dada. Dan sekarang […]

Read More
144428_620

Hujanmu, Sapardi.

Juni 15, 2016

Terpuji, engkau sapardi Dalam sajakmu yang bersaksi Tentang hujan bulan juni Membawa pedih hati. Terpuji, engkau sapardi Di tahun ini di bulan juni Hujan benar benar mengguyuri Punggung dan dahiku berkali kali. Terpuji, engkau sapardi Hujan juni ini bertubi tubi Menyayat luka diri Membuat perih tak terperi. Terpuji engkau sapardi Gumamku tanpa ekspresi Jerit ngiluku […]

Read More
menanti

BAGINYA

Desember 15, 2015

Baginya yang mendamba. Menunggu, bukanlah apa-apa. Baginya yang tak mencinta. Menunggu, adalah perkara.

Read More
Petang

Petang

September 11, 2015

Kita yang memasrahkan. Kemana denyut nadi berima, kemana peluh tercecer, kemana jejak terpatri. Letih yang mengarat menjadi saksi bahwa berpangku tangan tak pernah terjadi. Sekuat daya, upaya, dan doa menjadi serangkai nafas yang telah dijalani. Tentu diiringi susunan daftar pencapaian yang senantiasa tersusun rapi. Seperti petang yang menenangi. Kita yang memasrahkan. Berkait fokus dan inspirasi […]

Read More
Siang

Siang

Agustus 20, 2015

Kita yang menjalani. Berbekal setumpuk niat lusuh yang hampir luntur bahkan dipaksa. Menggendong sebakul doa yang bercampur, kita dan mereka. Menggeliat harap membenahi visi serta olfaktori. Memecah kerumunan sunyi dengan langkah ditanah berduri. Seperti siang yang menguati. Kita yang menjalani. Mengkonversi daya daya hidup menjadi energi yang mengisi nadi tiap inci. Tetap tak berbalik meski […]

Read More
Pagi

Pagi

Agustus 18, 2015

Kita yang memilih. Merekonstruksi daya juang yang keropos dirayapi letih dan kemalasan. Perlahan lahan dalam sunyi yang menguatkan. Dibalik bayangan api yang membakar bersama waktu. Seperti pagi yang memperbarui. Kita yang memilih. Mencuci mata jernih jernih dari kotornya keputusasaan. Menyeruput lembut aroma semangat sehangat cengkeh, dan menenggaknya keras keras sembari memejamkan kelopak mata yang berair. […]

Read More
ELEGI  “S”

ELEGI “S”

Desember 26, 2014

Bahwa metafor memang tak selalu manis. seperti keluh yang tak mesti berarti ringis. bukankah ini jalanmu yang hendak kau lukis? dengan lebih dari duaribu batang pohon kenangan dibelakangnya yang kau tata rapih berlapis hendakkah kau biarkan sesiapapun menggubris? atau sekedar menggambar vektor vektor garis? melayangkanmu dalam ruang dengan keyakinan yang makin lama makin menipis bukankah […]

Read More
SIAPA?

SIAPA?

Desember 25, 2014

Bahwa ia selalu menganga hampir tiap sudut putaran jarum waktu. Bahwa ia selalu menari acak dalam ruang yang tertutup tabu. Bahwa ia selalu bisa menyesakkan seolah mencekam paru paru. Bahwa ia selalu menjadi pembatas buku dibalik hari yang baru. Bahwa ia senantiasa bercerita tentangmu yang memilin dua doa berpadu. Ialah rindu, yang berharap tak menjadi […]

Read More
A Thought : Jangan Melupakan Matahari

A Thought : Jangan Melupakan Matahari

November 24, 2014

Thought: Jangan Melupakan Matahari Suatu ketika, hidup terasa begitu membosankan. Penuh kesalahan dan kebuntuan. Suatu ketika, hidup terasa begitu penat. Menyisakan gemeretak tulang dan sendi yang kelelahan. Suatu ketika, hidup terasa begitu membingungkan. Seperti berdiri tepat di persimpangan tanpa tanda dan penunjuk arah. Suatu ketika hidup terasa begitu kaku dan palsu. Berkerumun wajah wajah bebal […]

Read More

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: