Penulis: fajar

si tua di kejaksaan

Cerpen: Riuh di pagar kejaksaan

September 20, 2016

(Sumber ilustrasi : si tua di kejaksaan) Putih dan hitam langit sudah terpisah jelas bersama merah di ufuk. Wirid pasca subuh baru saja reda. Deru angkutan dan lalu lalang manusia seperti biasa riuh rendah di hari kerja. Aroma kemacetan belum terlalu terasa. Lampu-lampu kejaksaan negeri masih tertutup, seperti pintu dan pagarnya. Di mana si tua […]

Read More
51080e5a92114_51080e5a92cf1

Cerpen: Kisah perasaan yang pecah menjadi tiga

September 16, 2016

Sumber Gambar : (pecah) Aku mencintaimu. Mungkin seperti ibumu mencintaiku dahulu. Dan sepertinya, caramu memperlakukanku menyingkap perasaan begitu cintanya kau padaku. Wah, seperti novel roman yang rumit saja, karena tuhan manapun tak akan setuju bila kita menyatu. Tenang saja. Aku tak akan menjadikan manusia sebagai tolak ukur, sebab kadang akal manusia bisa terpeleset, dan sebagaimana […]

Read More
halte hujan

Cerpen : Andai aku mampu memutar mataku ke belakang.

September 14, 2016

Laki-laki berjas hujan ponco murahan itu seperti tidak kehabisan suara berteriak memanggil-manggil orang lewat. Meski mata terpercik hujan. Siapa saja, sembari tangannya membentuk pose mempersilakan ke arah pintu angkutan hijau- yang maju mundur memberi harapan- di depan halte tempatku duduk. Si lelaki berponco hijau dengan mata basah seperti beradu teriak dengan hujan yang turun tanpa ampun. […]

Read More
pahlawan

Kekuatan super itu bernama “kepedulian”

September 11, 2016

Belakangan ini aku sedang candu pada film-film super heroes nya DC Comic. Ironisnya, justru canduku bermula dari menonton film Suicide Squad, film dari komik yang sama, yang malah menceritakan segerombolan penjahat super melakukan aksi-yang dianggap-baik. Oh, cerita pahlawan super selalu bisa membuatku ketagihan separuh napas. Di dunia yang telah busuk sampai ke akar-akarnya, seperti dunia ini, orang-orang merindukan pahlawan. Celakanya, […]

Read More
ujung-meja

Seperti Semut yang Bertualang di Atas Meja

Jika semesta adalah sebuah meja maha luas, maka kita adalah seekor semut rumah kecil yang bertualang di atasnya. Menyusuri permukaan yang tidak melulu rata. Menukar waktu dengan jarak tempuh. Detik menjadi inchi. Ke seluruh penjuru yang mampu tertangkap mata, maksudku, antena. Tentu saja, kita adalah semut pekerja yang diembankan misi. Sebuah tujuan. Mencari dan mengumpulkan perbekalan. […]

Read More
Capture

Selamat tinggal masa lalu, selamat datang masa depan!

Agustus 25, 2016

Dunia berputar, matahari dan bulan saling bertukar tempat, dan musim berganti. Semua berubah. Mesti berubah. Satu-satunya yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri. Dan tiap-tiap yang berubah, tidak akan pernah pasti. Parahnya, seringkali perubahan berarti meninggalkan. Dan meninggalkan, berarti pengorbanan. Tidak semua siap dengan perubahan. Apalagi perubahan yang membutuhkan pengorbanan. Meninggalkan segala jerih payah, kenyamanan, […]

Read More
p60617-204515.jpg

Kereta kita butuh persiapan.

Juni 17, 2016

Aku seorang ekstrovert, menurutku. Aku senang bicara. Apasaja. Duapuluh empat jam berstandar deviasi seringkali habis akibat bincang bincang kita yang kebanyakan tidak penting. Satu atau beberapa kali aku bahkan merasa membuatmu kesal tentang itu. Atau mungkin saja tidak, maafkan interpretasiku. Oh ya. Kali ini aku lebih banyak berbicara sendiri. Yang pertama karena bibirku sakit sekali […]

Read More
144428_620

Hujanmu, Sapardi.

Juni 15, 2016

Terpuji, engkau sapardi Dalam sajakmu yang bersaksi Tentang hujan bulan juni Membawa pedih hati. Terpuji, engkau sapardi Di tahun ini di bulan juni Hujan benar benar mengguyuri Punggung dan dahiku berkali kali. Terpuji, engkau sapardi Hujan juni ini bertubi tubi Menyayat luka diri Membuat perih tak terperi. Terpuji engkau sapardi Gumamku tanpa ekspresi Jerit ngiluku […]

Read More
mainan

Kalau bahagia itu sederhana, maka “sederhana” tak sesederhana itu lagi.

Juni 11, 2016

Banyak orang mengatakan bahwa bahagia itu sederhana. Sesederhana kayu kepada api yang menjadikannya abu. Bukan, itu puisinya pak sapardi. Atau sesederhana minum kopi di pagi hari, pekerjaan lancar, bertemu anak anak sepulang kerja, mendapat nilai bagus, berpapasan dengan seseorang yang membuat dada berdebar, dan hal-hal sederhana lainnya. Kita tidak sedang membicarakan relativitas kebahagiaan. Sure, saya […]

Read More
masjid

Hey Kamu, Mendekatlah dan Jangan Jauh Jauh

Apakah kamu tidak rindu? Apakah kamu tahu apa itu rindu? Benarkah kamu belum pernah rindu? Bukan. Rindu bukan hanya perasaan senang dan ragu yang bercampur baur. Bukan hanya perasaan nyaman tak terdefinisi seperti gatal di telapak kaki. Rindu bukan hanya sinkronisasi mata terpejam dengan bibir tersungging senyum serta napas memburu. Atau guling-guling di tempat tidur […]

Read More

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: