Dingin

IMG_8058

Aku merengkuh dingin sendu dengan napas satu satu

Menghitung denyut waktu yang

ajaibnya terdengar seperti senandung namamu yang

aku saja belum tahu.

.

Sejumput api menari, mengejawantah rindu yang

kehilangan tujuan.

.

Teriakan bisu, ngilu, semakin bisu tenggelam dalam lilin hijau yang

membuat terang semu.

.

Di senyum simpul purnama, aku menusuki Dada.

Dan sekarang aku tau seberapa dingin pedang rindumu.

Yang kini kusadari, tajamnya hanya sebelah.

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: