Seperti Semut yang Bertualang di Atas Meja

ujung-meja

ujung-meja

Jika semesta adalah sebuah meja maha luas, maka kita adalah seekor semut rumah kecil yang bertualang di atasnya. Menyusuri permukaan yang tidak melulu rata. Menukar waktu dengan jarak tempuh. Detik menjadi inchi. Ke seluruh penjuru yang mampu tertangkap mata, maksudku, antena. Tentu saja, kita adalah semut pekerja yang diembankan misi. Sebuah tujuan. Mencari dan mengumpulkan perbekalan.

Pencarian dan perjalanan membuat kita menjadi semut yang mampu beradaptasi. Lelah yang teramat sangat pada kaki-kaki mungil menjadi tebusan bagi kedewasaan dan kebijaksanaan. Mempelajari dan mengingat jalan yang akan mengantarkan pada sesuatu yang dituju. Mengasah kemampuan dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam menakar upaya menuju keberhasilan.

Namun pada akhirnya, tak ada meja yang tak berujung. Setidaknya, bertepi. Pada satu masa perjalanan sang semut akan terhenti pada entitas perhentian yang absolut. Menyisakan dua pilihan yang masing masing teramat menyakitkan. Kembali, atau terjatuh. Di titik ini, kenyataan  terasa lebih memaksa seiring semakin kuatnya upaya. Titik yang hanya bisa dihadapi dengan menerima. Sebagian terlanjur sibuk dan tidak memikirkan kakinya telah berdiri di ujung meja, dan terhempas mengakhiri perjalanannya. Yang lain, masih diberi kesempatan untuk kembali dan mencari jalan lain menuju retakan-retakan meja yang biasanya berisi kesuksesan. Sementara yang terakhir, larut dalam bimbang tak berkesudahan, bahkan beberapa diantaranya dirasuki buaian dunia dan melahap habis bekal-bekal yang mestinya dikumpulkan, hingga pedang-pedang ajal menusuk-nusuk ubun dan menghisap habis udara residu di paru paru. Semuanya, menerima.

Tapi, tahukah kalian, sebagian semut menyadari bahwa ujung dan tepi meja bukan akhir dari perjalanannya. Semut-semut yang cukup cerdas mengetahui bahwa mereka bisa berjalan vertikal melawan gravitasi, diatas kaki-kaki meja yang menjulang tinggi. Mereka, menemukan jalan.

 

“Life is locomotion. If you’re not moving you’re not living. But there comes a time when you’ve got to stop running away from things and you’ve got to start running towards something. You’ve got to forge ahead. Keep moving. Even if your path isn’t lit,trust that you’ll find your way.”

– Barry Allen, The Flash

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: