Perlukah

perlukah

perlukah

Perlukah, di satu atau beberapa waktu, menopeng.

Meski mengenyam nafas diantara topeng-topeng-topeng.

Perlukah, di satu atau beberapa kesempatan, menjelma topeng.

Demi seukir senyum di bibir-bibir kaku topeng-topeng-topeng

Perlukah, di satu atau beberapa celah, terhimpit topeng.

Mengutuk keras dalam bahasa senyap dibalik topeng pada topeng-topeng-topeng.

Perlukah, disemua tempat, kau bersikeras tak melepas topengmu agar ekor mata palsu topeng-topeng-topeng itu tak menggelayut-sinis padamu.

Kau bukan topeng. Kau Wayang. Wayang semesta, ditangan tepat sang Pencipta Semesta. Menarilah.

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: