Siang

image

Kita yang menjalani.
Berbekal setumpuk niat lusuh yang hampir luntur bahkan dipaksa. Menggendong sebakul doa yang bercampur, kita dan mereka. Menggeliat harap membenahi visi serta olfaktori. Memecah kerumunan sunyi dengan langkah ditanah berduri.
Seperti siang yang menguati.

Kita yang menjalani.
Mengkonversi daya daya hidup menjadi energi yang mengisi nadi tiap inci. Tetap tak berbalik meski keadaan menolak keras berkompromi. Semakin tegar saat lelah menggerogoti. Memukul mundur kecewa yang bertopeng pesimistis, hingga kapok menggelayuti.
Seperti siang yang menguati.

Kita yang menjalani.
Beribu wajah cekaman yang memaksa kita berevolusi. Serangkai pahit manis asam getir mengepompongi. Jumlah jatuh dan menangis yang tak terhitung, tak lantas membuat grogi dan berhenti. Menyadari bahwa lelah adalah pasti, dan satu satunya tempat kembali adalah Dia yang Maha Menghadiahi.
Seperti siang yang menguati.

Tembung 20 Agustus 2015. Bersama terik, kepulan debu, dan deru mesin yang bersahutan.

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: