ELEGI “S”

image

Bahwa metafor memang tak selalu manis.
seperti keluh yang tak mesti berarti ringis.
bukankah ini jalanmu yang hendak kau lukis?
dengan lebih dari duaribu batang pohon kenangan dibelakangnya yang kau tata rapih berlapis
hendakkah kau biarkan sesiapapun menggubris?
atau sekedar menggambar vektor vektor garis?
melayangkanmu dalam ruang dengan keyakinan yang makin lama makin menipis
bukankah kau dilahirkan sebagai tokoh utama cerita romansa puitis?
pusat alam semesta tempat mengalirnya deburan waktu yang tertulis?
segala yang hebat akan terkikis, segala yang buruk akan habis
bahwa metafor memang tak selalu manis
seperti keluh yang tak mesti berarti ringis.
maka sapulah wajah dan tanganmu hingga bimbang tertepis
berdiri,
genggam kuas dan mulai menari optimis!

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: