Luka: Sebuah Pelajaran

images

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari terluka. Sebab sejatinya, terluka adalah sebuah proses, dan manusia adalah kumpulan dari sekian milyar proses yang berpilin. Senang, sedih, marah, bahagia, kasih sayang, rindu, dan, terluka.

Setiap proses pasti menuntut usaha. Dan setiap proses, pasti membuahkan pelajaran dan tempaan. Kita akan sangat banyak belajar tentang sakit, tentang pedih pada hati. Kita juga akan merasakan banyak padu padan rasa, emosi, keinginan yang bercampur baur pada perasaan. Semakin banyak proses itu, kita akan semakin bijak. Pelajaran yang dipetik dan disimpan rapi akan membuat kepribadian lebih tertata. Serta membuat kita mengenal emosi dalam sudut pandang yang lebih kaya.

Proses memahami rasa sakit, sudah tentu memerlukan usaha yang amat sangat besar, dan berani. Berani melawan arus agar tidak hanyut dalam luka. Berani menutup goresan berdarah ketika ketakutan akan perih datang menghantui. Berani jujur. Berani menangis.

Ya, sebab bukankah selama ini kita selalu merasa takut? Takut sakit, takut kehilangan, takut dikhianati, takut akan ketidak jelasan, takut dihantui keraguan, takut dibohongi, takut ditinggalkan, takut terluka?

Salah satu pelajaran dari terluka, kita dapat dengan sadar semakin mengetahui dimana mesti meletakkan posisi Tuhan. Semakin terluka, semakin kita paham bahwa kita hanya makhluk yang tak bisa mengobati diri sendiri. Semakin sering terluka, kita akan semakin sadar bahwa kita hanya makhluk lemah yang perlu tempat bergantung. Semakin sering terluka, kita akan semakin yakin bahwa kita hanya makhluk yang satu ketika ingin diperhatikan dengan tatapan lembut dikala menangis, saat perih yang tak tertahan. Dan semakin sering terluka, semakin kita optimis bahwa Tuhan mampu melakukan semua itu.

Satu hal yang pasti, hidup adalah kumpulan pilihan pilihan yang masing masingnya berisi potensi untuk menciptakan luka. Dan memang terkadang, luka mampu menyadarkan kita akan berharganya kebahagiaan, dan mengingatkan untuk memperlakukaannya sebaik mungkin sebelum kebahagiaan tersebut pergi meninggalkan luka.

Ketika pilihan tersebut dengan mantap kita pilih, yakinlah luka itu ada, tetapi pedang terbaik ditempa oleh panas yang amat sangat. Pedang terbaik ditempa dengan hantaman yang keras.

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: