Lincah jarum jam nan menjadi saksi kala teriakan bahasa sepiku mangkir berbelok arah sesaat sebelum menyentuh gendang telinga kalbumu. Kau tak mendengar bahasa sepiku. Bahasa sepi yang merayu, meski kulantangkan seribuduaratus kali. Kau tak jua tersentuh. Resonansi itu tak berirama, bahasamu bukan lagi bahasa sepi. Kau bercengkrama dalam riaknya bahasa dunia yang hingar bingar. Dan aku kembali mengatur posisi tidur untuk rinduku yang masih belum hilang, pada sosok silamku, yang mengajariku bahasa sepi.

‪#‎bahasasepi‬

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: