Redup-terang lampu putih menyayat kecil-kecil rasa dingin yang membeku kala kulafazkan bahasa sepi merentet simbol-simbol berirama namamu. Meminta-mohon kan tangan besimu mengeruk tanah demi secercah wajah dari balik tanah pemakaman matahari pagi itu. Wajah sosok silamku, yang tersentuh alunan bahasa sepi.
‪#‎bahasasepi‬

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: