Kalian itu, kayak rujak!

Kalian itu, kayak rujak!

Pandeglang  11 juli 2012,

Istimewa untuk para pejuang-pejuang HIMABIO kabinet PUNCA 2011-2012

250895_3707945049774_990479972_n

Tau rujak? Bukan, bukan rujak yang isinya sayur itu. Saya juga ndak tau ada rujak yang isinya kangkung, bayam dan teman-temannya. Tau ada rujak yang begitu semenjak pindah kewarganegaraan sementara  jadi warga bogor yang kurang baik aja. Di negara asal saya, di Medan, rujak itu begitu nikmat, tiada tara. Bahkan di dekat kediaman saya, ada satu lokasi yang disebut SIMPANG JODOH (wow sekali namanya), yah semacam BARA lah kalau dikampus, yang sepanjang jalan itu memang dikhususkan untuk para penjual rujak. Sepanjang jalan! Ndak boleh ada tukang jualan lain selain tukang rujak buah khas medan. Ya, rujak buah, bukan rujak sayur.

Ibarat lagu dangdut yang cukup tersohor itu, sedang apapun aktivitas saya, selalu teringat kalian. Termasuk makan rujak. Karena saya punya hobi mengkhayal yang akut, maka sembari menikmati secuil demi secuil buah mangga kedondong nanas de el el dengan wajah yang amat sangat ekspresif, saya membayangkan kalian. Dan akhirnya saya pikir-pikir dan pikir pikir lagi, kalian itu kayak rujak medan. kalian kayak rujak, dan saya kayak tukang rujak.

Kalaulah  misalnya rujak itu menjadi salah satu bab dalam mata kuliah kimia analitik (maaf untuk yang belum dapet dan yang sudah dapat), maka rujak itu terdiri dari beragam unsur dan komponen penyusun. Bedanya, ndak perlu susah-susah untuk melakukan kromatografi, spektrofotometri, elektroforesis dan bermacam-macam metode analisis lainnya untuk mengetahui apa saja komponen-komponen penyusun rujak. Cukup tanya pada mata, hidung dan lidah. Data-data primer yang dikeluarkan oleh mata, hidung dan lidah, diproses menjadi informasi dan memori serta indentifikasi oleh otak. Maaf, terbawa suasana kuliah. Tapi saya yakin kalian semua paham lah yang kayak begitu.

Rujak itu, ada mangga muda. Buah yang bikin air liur netes melulu ndak bisa ditahan. Bandel, asem. Selalu bisa membuat lidah mengecap-ngecap ndak karuan. Tapi bikin ketagihan. Biarpun asem, tapi kepingin makan lagi. Asem lagi, kepingin makan lagi, asem lagi, makan lagi. Kembung. HIMABIO juga ada yang begitu. Kalian ada yang kayak mangga muda. Asem.. Kadang-kadang bikin pusing, bikin emosi, tapi dirinya sendiri datar-datar aja seolah ndak terjadi apa-apa. Bikin tambah asem. Tapi kerjaannya oke punya cing. Jadi saya kepingin nyuruh lagi, asem lagi. Nyuruh lagi, asem lagi. Nyuruh lagi, asem lagi. Kembung.

Rujak juga punya nenas . Yang begini, hampir sama kayak mangga muda. Cuma lebih manis dan lebih bagus warnanya. Kadang-kadang saya lebih suka nenas dari si mangga muda. Tapi percaya ndak percaya, saya bisa sariawan kalau si nenas iseng, a.k.a terlalu banyak makan nenas. Nah, kalian juga ada nih yang semacam ini bentukannya. Kerjaannya oke, nurut, selalu menyenangkan saat bekerja, pokoknya bikin saya betah deh. Tapi kalau sudah ngambek a.k.a pundung, beneran bikin saya sariawan! Saya merupakan salah satu lelaki yang dikaruniai sifat perasa yang cukup berlebih. Jadi saya selalu berkutat dengan rasa tidak enak saya sendiri kalau berhubungan dengan orang yang pundung sama saya.

Rujak juga punya mentimun dan bengkoang. Ndak terlalu manis, dan ndak asem. Ndak pahit, ndak ada perlawanan. Tapi ndak seru. Datar-datar saja. Cuma bumbu rujak yang buat dia berasa. Bumbu pedas, dia pedas, bumbu manis dia manis. Kalian juga ada yang kayak gini. Datar saja. Dikasih tugas oke. Ndak dikasih tugas tetep oke. Tetap setia saja di HIMABIO. Tapi susahnya, kadang-kadang dia bisa berubah sesuai temennya. Temennya kesel sama saya, dia jadi ikutan kesel. Temennya seneng sama saya dia juga seneng sama saya. Kan repot. Yah tapi saya suka mentimun.

Rujak ada juga jambu air. Warnanya itu, menggiurkan sangat. Manis-manis jambu, kata orang. Manis yang ndak terlalu manis. Standar lah. Tapi cukup menggiurkan juga. Asiklah. Tapi saya punya trauma sama jambu air, sering  ada ulatnya! Dan masih hidup, berjalan-jalan seperti tidak punya rasa takut bakal saya telan. Fenomenal! Kalian juga ada yang kayak begini. Cakep, menggiurkan. Kerjaan apapun beres, tapi moody. Saya jadi takut duluan kalau ingn berkomunikasi. Takut kalau-kalau terjadi hal yang diinginkan…

Ini nih yang bikin rujak jadi rujak. Si bumbu rujak. Tanpa dia, buah-buahan akan tetap jadi buah-buahan.  Sebuah komplotan yang terdiri dari cabe, kacang, gula merah dan satu lagi khas rujak medan, kulit pisang muda! Si cabe selalu bikin pedas-pedas ndak nahan, seru. Si kacang bikin rujak jadi ada efek kerenyes kerenyes, garing-garing. Gula merah bikin suasana jadi manis tak terlupakan. sementara si kulit pisang, menambahkan efek-efek kelat (bahasa jawa kalo ndak salah) atau lengket-lengket gimana gitu, jadi gurih di lidah. Komplit!

Nah di HIMABIO juga ada nih yang jadi bumbunya. Ada diantara kalian yang sering bergerombol-gerombol kemana-mana. Ada yang bikin gerah, pedas, tapi seru-seru ceritanya. Ada juga yang kerjaannya ngobrol melulu, curhat kesana kemari seperti burung berkicau. Melucu tapi tak lucu. Renyah a.k.a garing. Ada yang menyenangkan, manis, bikin suasana selalu jadi menyenyangkan dan ceria. Nah karena saya orang medan, maka saya mendefinisikan di HIMABIO ada yang berperan seperti si kulit pisang. Rasanya aneh, tapi melengkapi. Klop. Senantiasa membuat suasana menjadi akrab dan lengket. Ndak ingin pisah. Hasrat untuk berkumpul selalu tinggi, karena rasa kekeluargaannya yang begitu romantis.

Nah tinggal saya nih, si tukang rujak. Bagaimana saya meracik rujak ini sesuai keinginan dan yang dibutuhkan oleh pembeli. Pedas, manis, apakah hanya mangga dan kedondong saja, nenas saja, atau komplit kesemuanya. Tapi memang begitulah rujak ideal. Rujak yang komplit, lengkap semua komponen-komponennya. Maka, bantulah saya, membuat rujak kita ini menjadi rujak yang enak. Jangan jadi buah yang busuk, jadilah buah yang tanpa cacat. Jangan juga suka menghilang, sebab tanpa salah satu dari  kalian, rujak tetap terasa kurang.

Sekalian aja, sehabis liburan kita bikin pesta rujak. MARI MAKAN RUJAK!

2 thoughts on “Kalian itu, kayak rujak!

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.528 pelanggan lain

Follow

Follow Di Sudut Pandang Fajar on WordPress.com
Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: