Sebuah Kisah yang Terlupa

Di sudut sebuah taman penuh bunga,
terduduk nyaman seorang wanita yang sudah agak tua dengan seorang anak belasan tahun di bawah pohon akasia yang cukup rindang. matahari kala itu tidak cukup menyengat, panasnya di halau oleh semilir angin senja yang bersahabat.
kupu2 nampak berlalu lalang di sela-sela kepala sang anak.

tawa riang sang anak menarik perhatian burung-burung kenari yang biasa bertengger di puncak ppohon akasia untk turun ke tanah, mengais ngais makanan.

sang ibu yang melihat hal tersebut seketika tersenyum, kemudian menghampiri anaknya yang sedang asyik memainkan ranting pohon akasia.

“anakku sayang,bolehkah ibu bertanya?
apakah yang mengais2 di tanah dekat tempatmu berdiri sayang?”

sang anak menjawab ” itu adalah kawanan burung kenari wahai ibuku sayang.”

tidak beberapa lama turun lah beberapa ekor burung kenari lagi, menambah jumlah burung kenari yang ada di tanah.

“apakah yang mengais2di tanah dekat tempatmu berdiri, anakku sayang?” tanya si ibu lagi

“itu hanya sekawanan burung kenari wahai ibuku sayang”.jawab sang anak.

kemudian beberapa ekor burung dari tanah tersebut terbang kembali ke atas pohon akasia.menyisakan 2 ekor burung.

“apakah yang mengais2 di dekat tempat mu berdiri anakku sayang” si ibu kembali melontarkan pertanyaan yang sama

sembari menolehkan wajah ke arah ibunya sang anak berkata ” itu hanya sekawanan burung kenari bu…”

tak lama, 2 ekor burung kenari itu melompat mendekati kaki si anak,lebih dekat.
si ibu kembali bertanya ” wahai anakku sayang,, apakah yang mengais2 di tanah dekat tempatmu berdiri?”

” 2 ekor kenari bu….” kali ini sang anak menjawab tanpa menoleh, dan tiada lagi senyum riang di wajahnya.

sang anak dengan agak kesal melemparkan sebuah batu ke arah burung kenari tersebut, yang seketika terbang meninggalkan mereka berdua.

melithat itu sang ibu bertanya kembali ” apakah yang baru saja mengais2 di tanah dekat tempatmu berdiri anakku sayang?”

sang anak menoleh dengan wajah geram, menjawab pertanyaan ibunya dengan kesal sembari membanting ranting pohon yang sejak tadi menemaninya bermain.ketanah..

” ITU HANYA 2 EKOR BURUNG KENARI SAJA BU!!! APAKAH IBU TIDAK MENDENGARKAN APA YANG SAYA KATAKAN DARI TADI!!!!”

sang ibu yang terkejut langsung tersenyum.
ia mendekati anaknya, kemudian menceritakan sesuatu.

“maafkan ibu anakku, ibu hanya teringat ketika dulu engkau masih berumur 3 tahun.
kala itu ibu sangat senang melihat wajahmu yang lucu tersenyum riang.
maka ibu mengajak engkau ke taman ini, dan kita persis duduk di pohon akasia ini.
ketika itu engkau juga sedang bermain dengan ranting pohon akasia ini.di pangkuan ibu.
kemudian beberapa ekor burung kenari turun dari akasia,mengais di taah. engkau berkata ‘ ibu, icu apaaah?’dengan lucunya.ibu yang baru pertama mendengar kamu bisa berbicara, menjawab bahwa itu adalah burung kenari, dengan perasaan sayang yang bertambah-tambah sembari. mengusap usap kepalamu.
ketika beberapa ekor burung kenari turun lagi dari akasia,engkau dengan lugunya bertanya lagi,’ibu, icu aapaah?’ kepada ibu.
ibu menjawab bahwa itu adalah burung kenari sembari mengusap kepalamu.
ketika burung kenari tersebut mendekati kita, kamubertanya dengan pertanyaan yang sama.dan ibu menjawab dengan jawaban yang sama pula, namun dengan perasaan sayang yang semakin bertambah2..
begitu seterusnya, walaupun hingga burung2 itu telah lama terbang, engkau masih bertanya ‘ibu, icu aaapaaah?’ kepada ibu.
dan ibu menjawab dengan rasa sayang yang semakin bertambah, bahwa itu adalah burung kenari sembari mengusap kepalamu.begitu terus, hingga engkau terlelap dengan wajah lucumu di pangkuan ibu..
ibu masih ingat betapa bahagianya ibu mengecup kening mungilmu,dan ibu gendong engkau dalam gendongan ibu yang pali hangat, sampai ke rumah….”

kemudian sang ibu dengan senyum masih tersungging di bibir nya, berbalik kebelakang, kembali ke rumah.
meninggalkan sang anak yang terdiam, dengan perasaan bersalah danterharu.
tanpa disadari,sang anak mulai terisak….menangis,dan mengejar ibunya dengan air mata berlinang…

Tinggalkan Balasan

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 1.533 pelanggan lain

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox:

%d blogger menyukai ini: